Saturday, 23 January 2016

Apakah Sabar Ada Batasnya?





Dalam dinamika kehidupan tentu mempunyai perputaran nasib yang berbeda, serta masalah yang kian silih berganti. Ada orang yang awalnya meresakan kebahagiaan yang tiada tara, namun sekejab dapat jatuh dan meresakan penderitaan yang begitu berat. Seperti pengusaha sukses ketika bangkrut pasti merasakan keresahan dan kegelisahan yang begitu menyakitkan. Tidak hanya itu, dalam perputaran sosial kehidupan disekitar kita, tidak jarang telinga ini mendengarkan celaan bahkan hinaan, sehingga serentak dalam diri untuk membrontak dan melampiaskan api kemarahan yang telah membara dalam jiwa. Dari berbagai permasalahan yang dialami oleh anak adam ini, yang dapat menopang dirinya demi menghadapai segala bentuk permasalah adalah dengan pengendalian diri untuk senantiasa sabar. Namun apakah memang sabar tidak ada batasnya? Penulis ingin mencoba untuk mengklarifikasi sabar itu sendiri.
Sabar merupakan sifat mulia yang harus senantiasa diperjuangkan. Dan sebenarnya kesabaran adalah timbul dari pengendalian diri dari potensi marah. Ketika seorang dapat mengendalikan potensi marah dengan baik, maka ia akan senantiasa mengatasi segala bentuk masalah dengan sabar. Sifat ini sangat mulia sekali sampai tuhan berfirman dalam Al-Qur’an yang berbunyi :
وَاصْبِرُوا إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Dan bersabarlah! Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal:46)
Dari ayat ini jelas sekali bahwa orang yang sabar berarti ia telah memilih jalan untuk selalu bersama Tuhan, dalam artian senantiasa mendapatkan perlindungan dan rahmatnya. Dan dengan kesabaran pula, Allah akan memilih menusia untuk menjadi pemimpin dimuka bumi ini. Sebagaimana firman-Nya Dalam Al-Qur’an yang berbunyi :
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِئَايَاتِنَا يُوقِنُونَ
“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajdah: 24)
Pemimpin adalah sosok panutan yang harus memberikan contoh kepada bawahannya, dan resiko sebagai pemimpin adalah harus berani dan bijaksana dalam mengahadapi segala bentuk permasalahan. Terlebih seorang pemipin harus menerima segala bentuk teguran pedas, bahkan sampai hinaan celaan atau sebuah kebijakan yang tidak sepihak dengan bawahannya. Sangat naïf sekali jika seorang pemimpin ketika ditegur atau dikritik jenggotnya hangus terbakar. Maka salah satu bekal yang harus tertanam terlebih dahulu sebelum ia menjadi pemimpin adalah sifat sabar dan pengendalian diri. Sehingga dengan bekal utama ini pemimpin akan dapat merealisasikan semua program yang telah terencenakan dengan baik. Menelisik dari pernyataan ini, maka ayat di atas sangat relevan sekali bahwa Tuhan akan mengangkat orang-orang yang sabar menjadi pemimpin para umatnya.
Sejenak mari kita menoleh sejarah para Nabi yang rata-rata kegidupanya penuh dengan cobaan. Sampai Allah memberikan gelar pada lima nabi yang mempunyai prestasi kesabaran tinngkat tinggi yakni gelar ulul azmi. Kita ambil contoh kisah Nabi kita Muhammad SAW sewaktu dilempar kotoran oleh kafir, beliau sama sekali tidak marah bahkan Nabi Muhammad malah mendoakan ketika orang kafir itu sedang dilanda sakit. Ini masih salah satu contoh kesabaran Nabi, padahal banyak penderitaan yang dialami oleh Nabi tapi tetap saja dihadapi dengan kesabaran. Sehingga sangat wajar sekali kalau nabi diangkat oleh Allah menjadi pemimpin dunia bahkan sampai di akhirat. Kisah ini paling tidak sebagai bahan batu loncatan dan barometer tingkat kesabaran kita saat ini. Jangan sampai hanya kerena dihina atau dituding oleh teman sekitarnya kita langsung melampiaskan dengan kemarahan yang tiada batasnya.
Begitu besar pahala yang berikan kepada orang yang sabar, sehingga Allah menegaskan dengan kata maiyah (kebersamaa). Bersama dengan Tuhan atas rahmat dan kasih sayangnya merupakan kenikmatan yang puncak. Betapa tidak, Tuhan yang selalu kita dambakan dan kita puja senantiasa memancar namanya dalam hati. Ini kenikmatan yang luar biasa. Maka teruslah berjuang untuk senantiasa mengendalikan diri dengan sabar dalam segala aktifitas sampai tidak ada batasnya.   

2 comments:

  1. di mana batas sabar itu ustad? kutub utara kah?

    ReplyDelete
  2. Kutub Selatan Gan,,
    Karena setelah dilihat barangnya mulus gan, bisa nego,, cod

    ReplyDelete