Tuesday, 19 April 2016

Tafakkur Jalan Menuju Ma'rifat Billah





Judul Buku          : Al-Hikmah Fi Makhluqatillah
Pengarang          :  Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali
Penerbit              : Dar al-Ihya’ Al-Ulum-Bairut
Halaman              : 131
Peresensi            : Abdurrofik


Manusia sebagai makhluk yang telah diberikan anugrah untuk berfikir, sangat disayangkan jika melewatkan berpikir hal kecil di sekitarnya. Bahkan, terkadang manusia hanya sebagai pelaku komsumtif terhadap ciptaan tuhan lainya. Tanpa merenung dan berpikir bahwa di dalamnya terkandung hikmah dan kenikmatan yang patut disyukuri. Lebih dari pada itu, ciptaan Tuhan yang hampir setiap detik kita nikmati juga sebenarnya dapat menambahkan keimanan, jika senantiasa direnungkan dan diresapi.

Karya Al-Ghazali yang berjudul Al-Hikmah Fi Makhluqotillah ini dapat mengajak pembacanya menyadari dan merenung tentang hikmah dibalik ciptaan-ciptaan Tuhan. Karya Al-Ghazali yang terdiri dari 131 halaman ini, mengupas segala hikmah diciptakannya makhluk-makhluk Tuhan seperti Langit, Matahari, Bulan, Bintang, Udara, Bumi, Api, Manusia, Burung dan Hewan Melata lainnya.
Sebelum mengupas lebih jauh masalah hikmah penciptaan makhluk, dalam pendahuluannya, Al-Ghazali menjelaskan betapa pentingnya seorang yang telah diberikan akal untuk senantiasa berpikir. Bahkan, ia juga menjelaskan dengan perenungan semacam ini juga dapat mengantarkan seorang pada level al-Ma’rifah Billah (Mengetahui Allah secara nyata).

Sebagaimana ciri khas Al-Ghazali, yang selalu menganalogikan sebuah pernyataan dengan kejadian sekitar, dengan tujuan agar mudah dipahami, dalam karya ini juga tidak ketinggalan. Ia meyebutkan bahwa ketika kita berpikir tentang alam ini, maka ibarat seperti bangunan yang mana salah satu komponennya saling membutuhkan. Langit terhampar di atas, seperti atap rumah.  Bumi seperti lantainya. Bintang ibarat lampu yang dapat menerangi ruangan. Sementara menusia seperti pemilik rumahnya.

Dalam sub bab selanjutnya, Al-Ghazali menejelaskan hikmah diciptakannya matahari. Ia menjelaskan bahwa seandainya tidak ada matahari tentu siklus kehidupan manusia baik dalam ranah dunia maupun agama tidak akan terjadi. Bagaimana tidak, dengan matahari seorang dapat menikmati indahnya cahaya, melihat warna disekitarnya, dan tentu juga akan sulit manusia akan menjalani kehidupan dengan tanpa bantuan matahari. Belum lagi untuk tumbuhan, kita tahu bahwa setiap tumbuhan butuh cahaya ultraviolet untuk berfotosistesis. Dan cahaya itu tidak lain adalah cahaya matahari.

Dalam sub-sub bab selanjutnya, secara terperinci Al-Ghazali menjelaskan hikmah penciptaan makhluk tuhan seperti bintang, bulan, udara, manusia, bumi, api, hewan mamalia, bahkan sampai pada hewan kecil seperti semut pun tidak ketinggalan diuraikan. Yang pada intinya adalah bahwa sebagai mana Allah telah menyinggung dalam Al-Qur’an, tidak ada satupun makhluk yang diciptakan dengan sia-sia.


Dengan demikian, karya Al-Ghazali ini dapat mengantarkan kepada pembacanya untuk senantiasa bertafakkur dan merenung tentang keagungan ciptahan Tuhan. Sehingga, jika kita arahkan pada pendidikan umum yang ada saat ini, seperti pelajaran biologi yang menjelaskan berbagai macam tumbuhan baik dikotil maupun yang monokotil, dan juga menjelaskan organ tubuh manusia yang terdiri dari berbagai macam sel. Pelajaran geografi yangmenjelaskan berbagai macam unsur bumi serta iklim di dalamnya. Pelajaran fisika yang menjelaskan kandungan dan berat suata benda disekitar serta komponen antariksa dan pelajaran umum lain yang mengupas tentang kehidupan dunia jika dikaitkan dengan ilmu agama maka tentu juga akan menanbahkan keimanan. Dan bukan hal yang mustahil, jika pelajaran umum juga dapat dijadikan pelantara seorang untuk mencapai derajat Ma’rifat Billah. 

2 comments:

  1. Replies
    1. hehe,, mantap gus. Berarti lansung meluncur ke Galeri Kitab Kuning geh?

      Delete